Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Kenapa EUR/USD Melemah...Apa Penyebabnya.!
Wednesday, 3 September 2025 04:43 WIB | EUR/USD |EUROPE

Euro melemah di akhir sesi Amerika Utara, turun lebih dari 0,60% karena sentimen penghindaran risiko yang dipicu oleh ancaman terhadap independensi Federal Reserve (The Fed) dan kebijakan AS yang kontroversial. Kekhawatiran atas memburuknya kondisi fiskal di banyak negara menyebabkan EUR/USD merosot, diperdagangkan di 1,1642 setelah jatuh di bawah level 1,1700.

Keputusan akhir tentang pemecatan Gubernur The Fed Lisa Cook oleh Presiden AS Donald Trump masih menunggu putusan pengadilan karena Gedung Putih terus menekan The Fed untuk menurunkan suku bunga. Di saat yang sama, para pedagang pendapatan tetap yang menuntut premi yang lebih tinggi atas utang pemerintah menyebabkan imbal hasil obligasi global melonjak.

Selama akhir pekan, Pengadilan Banding AS menyatakan tarif Trump ilegal, meskipun tetap mempertahankannya hingga 14 Oktober karena kasus tersebut sedang menuju Mahkamah Agung.

Semua faktor tersebut berdampak pada mata uang bersama karena para pedagang yang mencari keamanan membeli Emas dan Dolar AS. Di Eropa, mosi tidak percaya di Prancis yang akan digelar pada 8 September menambah sentimen pesimis terhadap sebagian besar mata uang valuta asing G8, kecuali Dolar AS.

Dari sisi data, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS dari Institute for Supply Management (ISM) dan S&P Global menunjukkan pembacaan yang beragam.

Di Eropa, angka inflasi di Uni Eropa (UE) naik di atas perkiraan, memberikan lampu hijau bagi para petinggi Bank Sentral Eropa (ECB) yang agresif untuk menyatakan bahwa akhir siklus pelonggaran sudah dekat.(Cay)

Sumber: fxstreet

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS